Bagaimana Rasanya Dikhianati Seluruh Orang Baik di Sekeliling kita? : Kdrama "THE WORLD OF THE MARRIED"

Poster drakor The World of the Married, sumber : Pinterest

Satu kata untuk drama ini, GILA! Saat menonton aku berkali-kali mengagumi penulis skenarionya, KOK BISA BIKIN CERITA GREGET BEGINI? Ya ampun baru nonton part 1 aja darahku udah mendidih, gimana part selanjutnya iniii?๐Ÿ˜ซ Tapi percaya deh, part-part selanjutnya ga kalah seru dan menegangkan kayak di part pertama.

Aku suka sekali dengan arti "sempurna" dalam drama ini. Satu kata ini seperti menjadi jargon untuk tokoh utama. "Hidupku seluruhnya sempurna. Suamiku tampan dan muda, jenjang karirku bagus, uangku berlimpah, aku bisa memasak semua jenis makanan enak, bisa merapikan rumah dengan baik dan bersih tanpa pembantu, dan yang paling penting adalah ... semua orang di sekelilingku ternyata selama ini membodohiku dengan ... sempurna."๐Ÿ™‚ 

GILAAA, sebuah awalan yang sangat bagus untuk menarik penonton. Pantes aja drakor ini viral banget. Di negara kita sih viral banget, kalau di negaranya kurang tau tapi kayaknya iya deh viral juga. Ya habis gimana ga viral kalo nontonnya aja bikin manusia emosi. Justru, kalo ga viral patut dipertanyakan kemana jiwa membara para manusia?

Okey sebelum mulai, kita kenalan dulu sama tokoh-tokohnya. Ada Ji Sun-woo yang diperankan oleh Kim Hae-ae. Ia adalah seorang dokter sekaligus direktur muda di rumah sakit tempatnya bekerja. Selama hidupnya Sun-woo selalu dilimpahi segala hal "sempurna". Kalau kalian ga skip ocehan aku, di atas aku ada bilang kata ini seperti jargon untuk 1 aktor dan ini dia orangnya, Ji Sun-woo. 

Selanjutnya ada suami Sun-woo yang terlihat muda dan tampan, banyak orang yang mengakui itu, namanya Lee Tae-oh yang diperankan oleh Park Hae-joon. Tae-oh adalah seorang sutradara film untuk agensi yang ia rintis sendiri. Saat menikah dengan Sun-woo ia tidak memiliki apa-apa hingga putra mereka hampir SMP (duh, berapa tahun tuh Bang numpang hidup sama bini๐Ÿ™‚) Maka dari itu ia membuka usaha di bidang yang ia kuasai, bertujuan ingin membalas budi kebaikan istrinya selama ini jika pekerjaannya sudah berjalan dengan lancar. Di drama ini Tae-oh berhak menyandang predikat Top nomor 1 sebagai manusia paling jago memutar balikkan fakta. 

Lanjut ke tokoh penting dalam drama ini tapi bukan tokoh paling utama, Yeo Da-kyung yang diperankan oleh Han So-hee๐Ÿ˜ซ. Da-kyung adalah seorang pemandu pilates sekaligus putri semata wayang dari Yeo Byung-gu, pimpinan paling berkuasa sekota Gosan. Ia memiliki power yang cukup kuat dan tidak pernah berpikir dua kali untuk menjatuhkan atau merugikan siapapun demi melindungi putri kesayangannya.

Sudah selesai sesi perkenalannya, mari kita mulai review-nya. Tarik napas, siap-siap emosi.

Awalnya semua baik-baik saja, bahkan rumah tangga mereka berjalan dengan romantis dan penuh cinta setiap harinya. Sampai pada suatu saat Sun-woo menemukan lipstik ceri di saku jas suaminya. Saat ditanya milik siapa, "Punyaku, aku membelinya saat merasa bibirku kering." Hanya itu respon Tae-oh dengan santainya. Lamanya umur pernikahan mereka membuat dinding  kepercayaan antara keduanya berdiri dengan sangat kokoh. Saat itu Sun-woo percaya percaya saja. Bahkan Sun-woo sempat meledek suaminya karena memilih lipstik aroma ceri. 

Kecurigaan perlahan merembet saat Sun-woo menyadari ada 1 helai rambut menyangkut di syal yang ia kenakan. Syal itu milik Tae-oh, sebelum berangkat ke rumah sakit ia mengalungkannya di leher Sun-woo. Beragam pikiran aneh mulai menyerbu kepalanya, hingga ia sering kehilangan fokus saat memeriksa pasien.

Kecurigaan makin diperkuat lagi saat Sun-woo menjemput anaknya pulang sekolah dan ia bertemu dengan asisten pribadi Tae-oh, mereka menyapa Sun-woo duluan. Sun-woo kaget bukan main, ia tidak tau sekarang suaminya memiliki asisten pribadi. Yang membuatnya makin terkejut saat asisten Tae-oh bilang ia selalu pulang jam 5 sore. Tetapi Tae-oh selalu sampai rumah jam 8 malam. Kemana suaminya selama 2 jam itu? 

Sun-woo yang sangat-sangat curiga, keesokan harinya berusaha mengikuti mobil suaminya tepat di jam 5 sore. Ia mau tau kemana perginya sang suami sepulang bekerja, kegiatan apa yang ia lakukan selama 2 jam? Hal pertama yang membuat Sun-woo gemetar adalah Tae-oh pergi ke toko bunga dan membeli kue. Mau diberi ke siapa boeqoet bunga itu?

Lalu Sun-woo mengikuti kemana mobil Tae-oh melaju. Ia sangat terkejut ketika mobil suaminya mengarah menuju rumah sakit tempatnya bekerja. Sun-woo sudah tau siapa yang akan ia jenguk, ibunya.

Perlahan Sun-woo mulai membuang segala pikiran buruknya, ia sampai mengutarakan pikirannya pada Tae-oh dan meminta maaf. "Jadi kamu mampir ke kamar ibu karena itu? Karena kamu mencurigaiku selama 2 jam?" tanya Tae-oh. "Mana mungkin aku pergi ke tempat lain? Akhir-akhir ini keadaan ibu agak mencemaskan jadi aku selalu datang ke sini hampir setiap hari." 

Mendengar itu Sun-woo makin dirundung rasa bersalah karena sudah berpikir yang tidak-tidak. Tetapi, belum ada 10 menit dinding kepercayaannya mulai menipis lagi, saat ia mendatangi resepsionis untuk meminta vas bunga sambil menanyakan perkembangan kesehatan ibu mertuanya. Salah satu perawat yang bertugas menjaga Ibu Tae-oh bilang, "Akhir-akhir ini ia selalu rindu pada putranya, akhirnya hari ini putranya menjenguk juga, mereka baru bertemu lagi setelah sekian lama." Overthinking yang sempat mereda tiba-tiba langsung menyerang kepala Sun-woo. Suaminya berbohong lagi. 

 Point plus untuk drama ini, hampir semua pasien yang diperiksa Ji Sun-woo memiliki peran dalam berjalannya alur cerita drama. Jadi mereka ga sembarang memilih orang yang hanya dijadikan figur sebagai pasien. Contohnya gadis muda yang datang ke Sun-woo untuk meminta obat tidur tetapi Sun-woo tidak memberikannya. 

Di part selanjutnya kehidupan gadis ini disorot. Kemalangannya berpacaran dengan laki-laki bengis, kehidupannya saat mencari uang dan ia menjadi penolong di saat Sun-woo merasa dunia sudah tidak sesempurna itu. Juga, yang menyadarkan Sun-woo tentang apa saja yang Sun-woo katakan padanya. Ada scene yang menggambarkan wajah gadis muda ini penuh luka dan berdarah, keningnya bahkan robek dan perlu dijahit. Semua ini ulah pacarnya. Jika saat itu Sun-woo tidak datang ke apartemennya mungkin gadis malang itu sudah meninggal dianiaya. 

"Dia begitu karena kekurangan uang, biasanya dia ga pernah kaya gitu," bela gadis itu saat Sun-woo menceramahinya. "Aku akan mengurusnya, aku yakin saat bersamaku dia pasti bisa berubah, karena ia hanya bergantung padaku, bagaimana kalau ia tidak bisa hidup tanpaku?"

"Manusia tidak berubah semudah itu, pernah terpikirkan nggak kalau suatu saat kamu bisa saja mati di tangan orang seperti dia?"

"Tapi ... aku mencintainya." 

Itu percakapan antara gadis muda (yang merupakan pasien Sun-woo) dengan Sun-woo sebagai penasihat sekaligus orang yang lebih berpengalaman. Pernah juga situasinya berbalik. Gadis muda itu yang menasihati Sun-woo di saat Sun-woo mempunyai firasat tentang suaminya yang berselingkuh tetapi ia diam saja tidak ada pergerakan. 

"Ku kira orang hebat sepertimu akan melakukan hal hal hebat juga untuk hidupnya, ternyata kamu tidak jauh berbeda dengan orang bodoh sepertiku," ujar gadis itu.

"Lalu aku harus apa?" 

"Cari bukti. Buktikan kalau pikiranmu itu benar ... atau salah."

Memikirkan suaminya bercerai saja ia mati-matian menahan air mata apalagi sampai mencari taunya? Namun pada akhirnya Sun-woo benar-benar menyelidiki suaminya, tetapi ia tidak melakukan sendiri ia meminta pada gadis muda itu, namanya Min Hyun-seo.

Dengan menyewa mobil, Hyun-seo membuntuti mobil Tae-oh. Dan benar dugaan Sun-woo, Tae-oh masuk ke dalam apartemen wanita, 5 jam kemudian ia keluar sambil memeluk perempuan berambut merah kecoklatan itu dengan penuh mesra. Sayangnya Hyun-seo tidak bisa melihat wajah selingkuhannya, ia hanya melihat punggungnya saja. 

"Aku tidak bisa merekamnya tapi cek lah bagasi mobil suamimu, ia meletakkan sesuatu di sana." Begitu pesan Hyun-seo.

Esok hari adalah acara ulang tahun Tae-oh. Ia mengundang para alumni dari sekolahnya. Setelah mengambil pesanan kue, Sun-woo datang ke lokasi pesta. Begitu sampai ia langsung mencari keberadaan mobil Tae-oh. Dengan dalih ia akan mencari kamera untuk memotret suaminya di hari bahagia, Sun-woo berhasil mendapatkan kuncinya.

Dengan pikiran kacau Sun-woo membuka bagasi, tidak ada apa-apa di sana. Ia mencari ke dashboard mobil, mengobrak-abrik segala isinya tetap tidak ada apapun yang membuatnya curiga. Ia tak menyerah begitu saja dibuka lagi bagasi mobil. Akhirnya Sun-woo menemukan clue. Di bawah karpet mobil ada space tersembunyi. Tanpa lama-lama Sun-woo langsung membukanya dan benar, ada bukti perselingkuhan suaminya di sana.

Sun-woo menemukan ponsel hitam yang ia tidak pernah tau kalau suaminya punya ponsel itu. Dengan menahan tangannya yang sudah gemetar setengah mati Sun-woo menyalakan ponsel itu. Hal pertama yang membuat hatinya terenyuh adalah locksreen ponsel tersebut, menampilkan foto seorang perempuan berambut merah kecoklatan, persis seperti warna sehelai rambut yang menyangkut di syalnya.

Sun-woo lanjut membuka pesan. Matanya membulat sempurna, ia tak mempercayai apa yang sedang ia lihat. Rekan kerjanya yang merupakan sesama dokter, ternyata adalah mata mata suaminya. Di pesan itu terlihat rekannya mengirim setiap gerak-geriknya di rumah sakit.

"Kamu harusnya mulai berhati-hati, Sun-woo mencurigaimu."

"Sun-woo terlihat buru-buru hari ini, sepertinya ia mau mendatangi kantormu. Berhati-hatilah."

"Sun-woo keluar rumah sakit sekarang."

Sun-woo beralih mengecek pesan yang lain, menuju pesan perempuan itu. Mata Sun-woo memanas, cairan bening menetes dengan luwesnya.

Ia mengecek aplikasi lain seperti foto. Di sana Sun-woo makin terkejut. Ternyata, semua orang di sekelilingnya sudah tau kalau suaminya berselingkuh. Terlihat dari foto liburan suaminya dan kedua temannya yang merupakan tetangganya juga. Semua berpasang-pasangan, bedanya suaminya mengajak selingkuhannya bukan ia. Seketika Sun-woo merasa dunianya hancur. 

Dan ternyata benar, hidupnya memang sempurna, hingga seluruh orang membodohinya pun dengan sempurna juga.

Waaah gila, sambil mengingat-ingat scene di episode 1 & mengetiknya, kepala aku sampe pusing guys, TEGA BANGET INI YANG BUAT CERITA, HEY๐Ÿ˜ญ. Untung cuma cerita fiksi ya, nauzubillah jangan sampai kejadian di kehidupan nyata. Amit-amit.

Gimana guys, ikut greget ga sih? Yang udah nonton coba ikut komen menurut kalian gimana soal drama perselingkuhan ini? Ikut emosi ga? Pengen ngubur si Tae-oh hidup-hidup ga? Minimal nyuruh Tae-oh nyari duit yang bener gitu baru maklumin kalo dia selingkuh. Udah mah hidupnya numpang, duit juga bukan asli dari keringet dia tapi istrinya eh bertingkah. Mending kalo cuma selingkuh aja, lah sampe ngutang berjeti-jeti? Nyairin asuransi atau apalah itu namanya atas nama anaknya yang mana ujung-ujungnya tagihannya ngalir ke istrinya. Ada ya manusia jenis begitu.๐Ÿ™‚

Atau ... pengen jambak rambut Mbak So-hee? Minimal ngedorong deh apalagi kalo ngeliat akting innocent nya. Aaah, masih ga nyangka sih kok yang jadi pelakornya So-hee? Yang mana itu peran yang dibenci orang-orang! Asli deh, cuma di drama ini dadaku panas banget setiap muka Mbak So-hee muncul di layar.๐Ÿ™‚

Drama ini kuberi bintang 5 dari 5. Nguras emosinya bukan cuma di awal episode aja tapi rata sampe ke akhir. Ini bener-bener definisi drama yang bikin penontonnya ga mau skip, pengen terus-terusan nonton sampe tamat, SEBERHASIL ITU jalan ceritanya! Kenapa bisa gitu? 

Ibarat kehidupan, drama ini kayak ga mengerti jeda, setiap episodenya adaaa aja yang bikin kita tuh ngelus dada. Masalah perceraian yang ruibet pol belum kelar udah ditambah kasus kekerasan Hyun-seo yang ga kalah bikin kita greget sama pacarnya yang psikopat parah. Belum lagi kasus terbunuhnya Park In-kyu (pacar Hyun-seo) di stasiun Gosan, belum lagi soal perceraian Hye-rim sama Je-hyuk karena suaminya selingkuh udah ketauan 2 kali, usut diusut ini semua jebakan Tae-oh, tapi bagusnya Ye-rim jadi tau sifat asli suaminya. Belum lagi keluarganya pimpinan Yeo yang pengen banget jatuhin Sun-woo padahal Sun-woo udah ngga ngapa-ngapain. Bener-bener gada jeda, semuanya dilakukan berbarengan! INSANE!

Good job buat penulis skenarionya, karena udah bikin darah aku dan 1 Indonesia mendidih! Eh tapi ngga sih, buat pecinta drakor aja hehe. Kamu sudah nonton drama ini? Menurutmu gimana? Apa kamu sama emosinya kayak aku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Bunuh Diri yang Bukan Bunuh Diri? : Mengulas Ebook "SUICIDE KNOT" karya Vie Asano

Mengulas Ebook "Pachinko" karya Lee Min Jin

Mengulas Ebook "PROGRESNYA BERAPA PERSEN?" karya Soraya Nasution